Perubahan kondisi lingkungan yang drastis, dari lingkungan terkontrol ke tidak terkontrol, dari suhu relatif stabil ke suhu lingkungan yang fluktuatif, dari kelembapan tinggi ke rendah dan fluktuatif, dan dari cahaya rendah ke cahaya tinggi pada umumnya menyebabkan tanaman mudah mengalami cekaman atau stres, kehilangan air, layu, dan mati Oleh karena itu, proses aklimatisasi perlu dilakukan secara bertahap.
Tanaman krisan pada kultur jaringan ini biasanya dijadikan tanaman induk dan dapat diperbanyak dengan menggunakan stek pada pucuk. Akan tetapi jika tanaman krisan ini terlalu lama distek maka akan menimbulkan turunya kualitas regenerasi. Selain itu tanaman induk yang terlalu lama di stek biasanya akan menimbulkan sumber hama dan penyakit karena pertumbuhannya yang bercabang dan mengumpul sehingga cahaya tidak dapat masuk kedalam daun dan hama dan penyakit biasanya bersarang di tempat itu, selain itu dapat menimbulkan reaksi gelap yang dapat merugikan. Menurut Iknas (2008), reaksi gelap ini dapat menimbulkan tanaman ke fase generatif, jadi bibit yang seharusnya di fase vegetatif menjadi fase generatif sehingga tanaman menjadi berbunga karena tanaman induk kan di jadikan bibit maka akan merugikan
Reaksi gelap adalah reaksi pembentukan gula dari CO2 yang terjadi di stroma. Berbeda dengan reaksi terang, reaksi gelap atau reaksi tidak bergantung cahaya bisa terjadi pada saat siang dan malam, namun pada siang hari laju reaksi gelap tentu lebih rendah dari laju reaksi terang. Reakasi glap ini memanfaatkan ATP dan NADPH dari reaksi terang yaitu fotosintesis untuk mereduksi CO2 menjadi gula.
Gambar . Silus Kelvin (Raksi Gelap)
Tetap terjadi pada saat ada cahaya/ siang hari. Reaksi gelap ini akan hilang dengan dengan sendirinya apabila tanaman tersebut dikondisikan seperti bibit pada umumnya, akan tetapi reaksi gelap ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hilang.
Sebelum penanaman pada tunas-tunas yang telah di stek, batang bawah yang terdapat luka di olesi zat perangsanng akar. Zat perangsang akar ini dapat menggunaka IBA atau Rutoon.
Pemotongan pada tanaman ini di lakukan sampai ke generasi G3 atau G4 hal ini agar dapat menekan terjadinya generasi yang kurang berkualitas sehingga jika sampai ke G3 atau G4 maka bibit harus segera siap di tanam di lapangan (Iknas 2008).
Gambar. Tanman Krisan Yang Telah di Stek dan Ditanam
0 comments: on "Aklimatisasi Krisan"
Post a Comment